Tulisan Utama

Rangkuman BAB 2 : Global E-Business and Collaboration

PROSES BISNIS DAN SISTEM INFORMASI PROSES BISNIS Sistem informasi adalah proses meningkatkan bisnis yang terletak pada inti bisnis. Proses bisnis mengacu kepada metode dimana pekerjaan dikelola, dikoordinasikan, dan difokuskan untuk memproduksi produk atau jasa yang bernilai. Proses bisnis adalah arus kerja dari bahan baku, informasi dan pengetahuan seperangkat aktifitas. Proses bisnis juga mengacu kepada cara unik dimana manajemen untuk memilih mengoordinasikan pekerjaan. Salah satu tujuan utama dari sistem informasi adalah untuk memungkinkan proses bisnis yang sangat efisien. Kinerja perusahaan tergantung kepada seberapa baik proses bisnis dirancang dan dikoordinasikan. Banyak proses bisnis yang terikat dengan wilayah fungsional tertentu. Contohnya pada wilayah fungsional keuangan dan akuntansi, proses bisnisnya meliputi membayar kreditor, membuat laporan keuangan, dan mengelola akun kas. Keseluruhan proses tersebut membutuhkan sistem informasi untuk menjadi lebih efisien. Contoh, hampir semua bisnis memiliki cara untuk mempekerjakan karyawannya. Proses mempekerjakan karyawan inilah yang disebut dengan proses bisnis dalam pengertian bahwa hal ini adalah seperangkat aktivitas yang digunakan perusahaan untuk mempekerjakan karyawan baru. Lebih jauh lagi, kinerja perusahaan tergantung kepada seberapa baik proses bisnisdirancang dan dikoordinasikan. Banyak proses Bisnis yang terkait dengan wilayah fungsional tertentu, sebagai contoh, fungsi penjualan dan pemasaran akan bertanggungjawab untuk mempekerjakan karyawan. Contoh Proses Bisnis Fungsional Wilayah Fungsional Proses Bisnis • Manufaktur dan Produksi Menggabungkan Produk • Mengecek Kualitas • Membuat tagihan Bahan Baku • Penjualan dan pemasaran Mengenali Pelanggan • Membuat pelanggan sadar akan produk • Menjual produk • Keuangan dan akutansi Membayar Kreditor • Membuat laporan keuangan • Mengeola Akun kas • Sumber daya Manusia Mempekerjakan Pelanggan • Mengevaluasi Kinerja pekerjaan karyawan • Melibatkan karyawan pada rencana manfaat   BAGAIMANA TEKNOLOGI INFORMASI DAPAT MENINGKATKAN PROSES BISNIS : EFESIENSI DAN PERUBAHAN Bagaimana tepatnya sistem informasi meningkatkan proses bisnis? Dua cara yang utama adalah : meningkatkan efesiensi proses yang telah ada dan memungkinkan keseluruhan proses baru yang memungkinkan merubah bisnis. Dengan kata lain, informasi dapat memungkinkan secara keseluruhan proses bisnis yang baru. Informasi bahkan dapat mengubah cara bisnis bekerja dan mendorong model bisnis yang sepenuhnya baru. Karena itu mengapa sangat penting untuk memerhatikan proses bisnis, baik pada kelas sisitem informasi. Cara utama sistem informasi meningkatkan proses bisnis adalah meningkatkan efesiensi proses yang telah ada dan memungkinkan keseluruhan proses baru yang memungkinkan merubah bisnis. Sistem informasi mengotomatiskan banyak tahap pada proses bisnisyang sebelumnya dilakukan secara manual. Teknologi baru dapat mengubah arus informasi, menggantikan langkah berurutan dengan tugas yang dapat dilakukan bersamaan secara paralel, dan menghilangkan penundaan pada pembuatan keputusan. Informasi dapat mengubah cara bisnis bekerja dan mendorong model bisnis yang sepenuhnya baru. JENIS SISTEM INFORMASI BISNIS Bisnis memliki 10 atau bahkan ratusan proses bisnis yang berbeda, karena terdapat orang-orang, keahlian, dan tingkatan yang berbeda pada organisasi. Melihat pada seluruh sistem yang berbeda dari dua sudut pandang yaitu sudut pandang fungsional yang mengenali sistem berdasarkan fungsi bisnis utama, dan sudut pandang pilihan yang mengenali sistem sebagai kelompok organisasi utama yang dilayaninya. SISTEM DARI SUDUT PANDANG FUNGSIONAL Sistem fungsional adalah jenis pertama sistem yang dikembangkan oleh perusahaan bisnis. Sistem ini terletak pada departemen khusus, seperti akuntansi, pemasaran dan penjualan, produksi, dan sumber daya manusia. Contoh sistem informasi penjualan dan pemasaran yaitu sistem pemrosesan pesanan dengan gambaran memasukkan, memproses dan melacak pesanan. Dengan kelompok yang dilayani adalah manajemen operasional dan karyawan. .SISTEM PENJUALAN DAN PEMASARAN Fungsi penjualan dan pemasaran bertanggung jawab dalam menjual produk atau jasa organisasi. Pemasaran mengenali pelanggan produk atau jasa perusahaan, menentukan kebutuhan dan keinginan pelanggan, merencanakan dan mengembangkan produk, dan mengiklankan serta mempromosikan produk dan jasa tersebut. Penjualan berkaitan dengan menghubungi pelanggan, menjual produk dan jasa, mengambil pesanan, dan melanjutkan penjualan. Sistem penjualan dan pemasaran membantu manajemen senior untuk mengawasi pergerakan yang mempengaruhi produk baru dan kesempatan penjualan, mendukung perencanaan untuk produk dan jasa yang baru, dan mengawasi kinerja pesaing. Sistem penjualan dan pemasaran membantu manajemen menengah dengan mendukung penelitian pasardan dengan menganalisis kampanye periklanan dan promosi, keputusan penetapan harga, dan kinerja penjualan. Contoh sistem informasi penjualan yaitu sistem menangkap data penjualan pada saat penjualan terjadi guna membantu perusahaan mengawasi transaksi penjualan dan menyediakan informasi untuk membantu manajemen menganalisa tren penjualan dan efektivitas kampanye pemasaran. SISTEM MANUFAKTUR DAN PRODUKSI Sistem manufaktur dan produksi berhubungan dengan perencanaan, pengembangan dan pemeliharaan fasilitas produksi, penetapan sasaran produksi, dan penjadwalan peralatan, fasilitas, bahan baku, dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membentuk produk akhir. Kebanyakan sistem manufaktur dan produksi menggunakan sejenis sistem persediaan. Sistem membuat laporan yang memberikan informasi mengenai hal-hal seperti jumlah setiap barang yang tersedia, jumlah unit dari setiap barang untuk dipesan kembali, atau barang pada persediaan yang harus diisi kembali. Sehingga perusahaan dapat menggunakan formula untuk menghitung kuantitas yang paling tidak mahal untuk dipesan kembali yang disebut dengan jumlah pemesanan ekonomis (economic order quantity). SISTEM KEUANGAN DAN AKUNTANSI Fungsi keuangan bertanggung jawab mengelola asset keuangan perusahaan seperti uang tunai, obligasi dan investasi lainnya untuk memaksimalkan pengembalian atas asset ini. Fungsi akuntansi bertanggung jawab menjaga dan mengelola catatan keuangan perusahaan –penerimaan, pembayaran, depresiasi, penggajian- untuk menghitung arus dana dalam perusahaan. SISTEM SUMBER DAYA MANUSIA Fungsi sumber daya manusia bertanggung jawab untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan tenaga kerja perusahaan. Sistem infomasi sumber daya manusia mendukung aktifitas seperti mengenali karyawan potensial, menjaga catatan lengkap mengenai karyawan yang ada, dan menciptakan program untuk mengembangkan bakat dan keahlian karyawan. SISTEM DARI SUDUT PANDANG KONSTITUEN Sistem dari sudut pandang konstituen , merupakan sudut pandang yang memeriksa sistem dalam bentuk beragam tingkatan manajemen dan jenis keputusan yang didukungnya. Sertiap tingkatan memiliki kebutuhan informasi yang berbeda sesuai dengan tanggung jawab yang berbeda. Dan masing-masing dapat dilihat sebagai pilihan informasi utama. SISTEM PEMROSESAN TRANSAKSI Sebuah Sistem Pemrosesan Transaksi (TPS) adalah sistem terkomputerisasi yang menjalankan dan mencatat transaksi rutin harian yang diperlukan untuk menjalankan bisnis, seperti memasukkan pesanan penjualan, pemesanan hotel, penggajian, pencatatan karyawan, dan pengiriman. Tujuan utama sistem ini adalah unuk menjawab pertanyaan rutindan untuk melacak arus transaksi yang melalui organisasi. Manajer membutuhkan TPS untuk memonitor status operasi internal dan hubungan perusahaan dengan lingkungan eksternal. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN Sistem Informasi Manajemen (SIM) merangkum dan melaporkan operasi dasar perusahaan menggunakan data yang disediakan oleh sistem pemrosesan transaksi. Data transaksi dasar dari TPS dipadatkan dan biasanya disajikan pada laporan yang dibuat berdasarkan jadwal yang teratur. SIM menyediakan laporan kinerja terbaru perusahaan kepada manejer tingkat menengah Informasi ini digunakan untuk mengawasi dan mengendalikan bisnis dan memperediksi kinerja masa depan. SIM merangkum dan melaporkan operasi dasar perusahaan menggunakan data yang disediakan oleh sistem pemrosesan transaksi. Sistem Pendukung Keputusan (ESS) menunjang pembuatan keputusan yang tidak rutin untuk manajemen tingkat menengah. Sistem ini berfokus pada masalah yang unik dan cepat berubah, dimana prosedur untuk mendapatkan solusi belum tentu ditentukan sebelumnya. Sistem Pendukung Eksekutif Sistem pendukung keputusan (ESS) membantu manajemen senior membuat keputusan ini. ESS menangani keputusan tidak rutin yang membutuhkan evaluasi, dan pendekatan karena tidak terdapat prosedur yang disetujui untuk mencapai solusi. ESS menyediakan perhitungan umum dan kapasitas komunikasi yang dapat diterapkan pada berbagai perubahan masalah. SISTEM YANG MELINGKUPI PERUSAHAAN Aplikasi Perusahaan Aplikasi perusahaan yang merupakan sistem yang melingkupi area fungsional, berfokus pada menjalankan proses bisnis di dalam proses bisnis, dan temasuk seluruh tingkatan manajemen. Aplikasi perusahaan membantu bisnis untuk menjadi lebih fleksibel dan produktuf dengan mengoordinasikan proses bisnis dengan lebih dekat dan mengintergrasikan sekelompok proses agar mereka berfokus pada pengelolaan sumber daya yang efisien dan pelayanan pelanggan. Terdapat empat aplikasi perusahaan utama: sistem perusahaan, sistem manajemen rantai pasokan, sistem pengelolaan hubungan pelanggan, dan sistem pengelolaan pengetahuan. Setiap aplikasi perusahaan ini menyatukan seperangkat fungsi dan proses bisnis terkait untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan. Sistem Perusahaan Sistem perusahaan (enterprise system), yang juga dikenal sebagai sistem perencanaan sumber daya perusahaan (enterprise resource planning – ERP), menyelesaikan masalah ini dengan mengumpulkan data dari beragam proses bisnis inti pada manufaktur produksi, keuangan, dan akutansi, penjualan dan pemasaran, dan sumber daya manusia dan menyimpan data pada penyimpanan data pusat tunggal.  Sistem Manajemen Rantai Pasokan Sistem manajemen rantai pasokan ( supply chain management-SCM) membantu bisnis membangun hubungan dengan pemasok mereka. Sistem ini menyediakan inforamsi untuk membantu pemasok , prusahaan pembeli, distributor, dan perusahaan logistic untuk berbagi informasi mengenai pemesanan, produksi, tingkat persediaan, dan pengantara produk dan jasa agar mereka dapat mencari sumber, memproduksi, dn mengirimkan barang dan jasa dengan efisien. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan jumlah produk yang tepat dari sumber mereka menuju titik konsumsi dengan jumlah waktu tersingkat dan dengan biaya terendah. • Sistem Manajemen hubungan pelanggan Sistem manajemen hubungan pelanggan ( costumer relationship management- CRM) membantu perusahaan mengelola hubungannya dengan pelanggan. Sistem CRM menyediakan informasi untuk mengkoordinasikan seluruh proses bisnis yang berhubungan dengan pelanggan dengan pelanggan dalam hal penjualan, pemasaran, dan pelayanan untuk mengoptimalkan pendapatan, kepuasan pelanggan, dan mempertahankan pelanggan. Informasi ini membantu perusahaqan menngenali, menarih dan mempertahankan pelanggan yang palinng menguntungkan: menyediakan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan yang ada: dan diharapkan meningkatkan penjualan. • Sistem Manajemen Pengetahuan Sistem manajemen pengetahuan ( knowledge management system-KMS) memungkinkan organisasi untuk lebih baik dalam mengelola proses pemerolehan dan penerapan pengetahuan dan keahlian. Sistem ini mengumpulkan pengetahuan dan pengalaman relevan dalam perusahaan, dan membuatnya tersedia dimanapun dan kapanpun dibutuhkan untuk meningkatkan proses bisnis dan keputusan menejemen. Sistem ini juga menghubungkan perusahaan ke sumber pengetahuan eksternal. INTRANET DAN EKSTRANET Intranet dan ekstranet lebih merupakan dasar teknologi dibandingkan aplikasi tertentu, tetapi pantas disebutkan disini sebagai salah satu peralatan yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan integrasi dan untuk mempercepat arus informasi di dalam perusahaan, dan dengan pelanggan dan pemasok. Intranet adalah jaringan internal yang dibangun dengan peralatan yang dan standard komunikasi yang sama dengan internet dan dibangun untuk distribusi informasisecara internal kepada karyawan, dan sebagai penyimpan kebijakan, program dan data perusahaan. Ekstranet adalah intranet yang diperpanjang kepada pengguna yang diizinkan dluar perusahaan. E-BUSINESS, E-COMMERCE, DAN E-GOVERNMENT Bisnis elektronik, atau e-business, mengacu kepada penggunaan teknologi digital an internet untuk menjalankan proses bisnis utama pada perusahaan. E-business termasuk aktifitas untuk pengelolaan internal perusahaan dan untuk koordinasi dengan pemasok dan rekan bisnis lainnya. Hal ini juga termasuk perdagangan elektronik, atau e-commerce. E-comerce adalah bagian dari e-business yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan barang dan jasa melalui internet. Hal ini juga meliputi aktivitas yang menunjang transaksi pasar tersebut, seperti periklanan, pemasran, dukungan pelanggan, keamanan, pengiriman dan pembayaran. Teknologi yang berhubungan dengan e-business juga telah membawa perusahaan serupa pada sector public. Pemerintah pada setiap tingkat pengguna teknologi internet untuk menyampaikan informasi dan pelayanan kepada masyarakat, karyawan, dan bisnis yang bekerja pada mereka. E-government mengacu kepada aplikasi internet dan teknologi jaringan untuk secara digital memungkinkan hubungan pemerintah dan agen sector public dengan masyarakat, bisnis dan perpanjangan pemerintah lainnya. Selain untuk meningkatkan pelayanan pemerintah , e-government dapat membuat operasi pemerintah lebih evisien dan juga memberdayakan masyarakat dengan memberdayakan masyarakat dengan memberikan mereka akses yang lebih mudah keinformasi dan kemampuan untuk berhubungan secara elektronik dengan masyarakat lainnya. FUNGSI SISTEM INFORMASI PADA BISNIS Departemen Sistem informasi Departemen Sistem Informasi (information system department) adalah unit organisasi formal yang bertanggung jawab atas jasa teknologi informasi. Departemen sistem informasi bertanggung jawab untuk memelihara peranti keras, peranti linak, menyimpan data dan jaringan yang mengatur infrastruktur teknologi informasi perusahaan. Departemen sistem informasi terdiri atas specialis, seperti programmer (programmer) analis sistem, pemimpin proyek, dan manajer sistem informasi sistem. Programmer adalah specialis teknik yang sangat terlatih yang menulus intruksi peranti lunak untuk computer. Analis sistem (system analyst) termasuk penghubung utama antara kelompok sistem informasi dengan seluruh organisasi.merupakan pekerjaan analis sistem untuk menerjemahkan masalah dan persyaratan bisnis menjadi kebutuhan informasi dan sistem. Manajer sistem informasi ( information system manager ) adalah pemimpin tim programmer dan analis, manajer proyek, manajer fasilitas fisik manajer telekomunikasi dan specialis data.manajer ini juga merupakan pengelola staf pengoperasian komputer dan staf yang memasukkan data juga spesialis eksternal. Pada banyak perusahaan departemen sistem informasi dikepalai oleh direktur informasi (chief information officer-CIO). CIO adalah manajer senior yang mengawasi penggunaan teknologi pada perusahaan. Pengguna akhir (End user) adalah perwakilan-perwakilan departemen diluar kelompok sistem informasi, dan aplikasi dikembangkan untuk pengguna akhir. PRAKTIK APLIKASI SIM Proyek pada bagian ini memberikan anda pengalamna langsung menganalisis data keuangan dan penjualan perusahaan untuk menilai kinerja bisnis dan profitabilitas, menggunakan spreadsheet untuk meningkatkan pembuatan keputusan pemasok, dan mengunakan peranti lunak internet untuk merencanakan rute transportasi yang efisien. Menganalisis Kinerja Keuangan • Memperbaiki Proses Pengambilan Keputusan : Menggunakan Spreadsheet untuk memilih Pemasok • Mencapai Keunggulan Operasional : Penggunaan Peranti Lunak Internet Untuk Merencanakan Rute Transportasi Yang Efisien   Sumber: Bab 2.E-Busines Global: Bagaiamana Bisnis Menggunkan Sistem Informasi .Kenne C. Laudon dan Jane P. Laudon.2012.Sistem Informasi Manajemen.Salemba Empat.   ...

Selengkapnya...

Rangkuman BAB 13 : Membangun Sistem Informasi

Posted by bagjaanugrah | Posted in Uncategorized | Posted on 20-12-2016

0

Membangun Sistem Informasi 

 

13.1   SISTEM YANG RENCANAKAN SEBAGAI PERGANTIAN ORGANISASI

Membangun sistem informasi baru adalah salah satu jenis yang direncanakan organisasi berubah. Pengenalan sistem informasi baru melibatkan banyak lebih dari perangkat keras dan perangkat lunak baru. Hal ini juga termasuk perubahan dalam pekerjaan, keterampilan, manajemen, dan organisasi.

 

SISTEM PEMBANGUNAN DAN PERGANTIAN ORGANISASI

Teknologi informasi dapat mempromosikan berbagai tingkat perubahan organisasi, mulai dari tambahan untuk jauh. Ada empat jenis perubahan organisasi struktural yang diaktifkan oleh teknologi informasi: (1) otomatisasi, (2) rasionalisasi, (3) proses bisnis desain ulang, dan (4) pergeseran paradigma. Setiap membawa risiko yang berbeda dan manfaat. Bentuk yang paling umum dari IT-enabled perubahan organisasi adalah otomatisasi.

 

PENDESAIAN KEMBALI PROSES BISNIS

Beberapa sistem ini memerlukan proses perubahan inkremental, tetapi yang lain membutuhkan lebih jauh desain ulang proses bisnis. Untuk menghadapi perubahan ini, organisasi yang beralih ke manajemen proses bisnis. Bisnis proses manajemen menyediakan berbagai alat dan metodologi untuk menganalisis proses yang ada, merancang proses baru, dan mengoptimalkan proses tersebut. Perusahaan berlatih manajemen proses bisnis melalui berikut langkah:

  1. Mengidentifikasi proses untuk perubahan: Salah satu yang paling penting strategis keputusan bahwa perusahaan dapat membuat tidak memutuskan bagaimana menggunakan komputer untuk meningkatkan proses bisnis, tetapi memahami proses bisnis apa perlu perbaikan. Ketika sistem yang digunakan untuk memperkuat bisnis salah model atau proses bisnis, bisnis dapat menjadi lebih efisien dalam melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan. Akibatnya, perusahaan menjadi rentan terhadap pesaing yang mungkin telah menemukan model bisnis yang tepat. Besar waktu dan biaya juga dapat menghabiskan meningkatkan proses bisnis yang memiliki sedikit berdampak pada kinerja perusahaan secara keseluruhan dan pendapatan. Manajer perlu menentukan apa proses bisnis yang paling penting dan bagaimana meningkatkan proses ini akan membantu kinerja bisnis.
  2. Menganalisis proses yang ada: ada proses bisnis harus dimodelkan dan didokumentasikan, mencatat input, output, sumber daya, dan urutan Tim desain proses mengidentifikasi langkah-langkah berlebihan, kertas-intensif tugas, kemacetan, dan inefisiensi lainnya.
  3. Desainprosesbaru: Setelah prosesyang ada dipetakan dan diukur dalam hal waktu dan biay
  4. Melaksanakanproses baru: Setelah proses baru telah benar-benar dimodelkan dan dianalisis, harus diterjemahkan ke dalam satu set baru dan prosedur peraturan kerja. Sistem informasi baru atau tambahan untuk sistem yang ada mungkin harus dilaksanakan untuk mendukung proses didesain ulang.
  5. Pengukuranberkelanjutan:Setelah proses telah dilaksanakan dan dioptimalkan, perlu terus  Mengapa? Proses dapat memburuk dari waktu ke waktu sebagai karyawan jatuh kembali pada metode lama,atau mereka mungkin kehilangan merekaefektivitas jika bisnis mengalami perubahan lainnya.

 

Alat untuk Manajemen Proses Bisnis

Lebih dari 100 perusahaan software menyediakan alat-alat untuk berbagai aspek BPM, termasuk
IBM, Oracle, dan TIBCO. Alat-alat ini membantu bisnis mengidentifikasi dan dokumen proses yang membutuhkan perbaikan, membuat model proses perbaikan, menangkap dan menegakkan aturan bisnis untuk melakukan proses, dan mengintegrasikan sistem yang ada untuk mendukung proses baru atau didesain ulang. Perangkat lunak BPM juga menyediakan analisis untuk memverifikasi bahwa kinerja proses telah diperbaiki dan untuk mengukur dampak perubahan proses bisnis utama indikator kinerja.

 

13.2  GAMBARAN SISTEM PEMBANGUNAN

Sistem informasi baru yang merupakan hasil dari proses organisasi pemecahan masalah. Sebuah sistem informasi baru dibangun sebagai solusi untuk beberapa jenis masalah atau set masalah organisasi. Masalahnya mungkin salah satu di mana manajer dan karyawan menyadari bahwa organisasi tidak berkinerja sebaik yang diharapkan, atau bahwa organisasi harus mengambil keuntungan dari peluang baru untuk melakukan lebih berhasil. Kegiatan yang masuk menghasilkan solusi sistem informasi untuk sebuah masalah organisasi atau peluang disebut pengembangan sistem. Pengembangan sistem adalah jenis terstruktur masalah diselesaikan dengan kegiatan yang berbeda. Kegiatan ini terdiri dari analisis sistem, desain sistem, pemrograman, pengujian, konversi, dan produksi dan pemeliharaan.

 

ANALISIS SISTEM

Analisis sistem adalah analisis masalah bahwa perusahaan mencoba untuk memecahkan dengan sistem Informasi. Ini terdiri dari mendefinisikan masalah, mengidentifikasi penyebabnya, menentukan solusi, dan mengidentifikasi kebutuhan informasi yang harus dipenuhi oleh solusi sistem.

Membangun Persyaratan Informasi 

Mungkin tugas yang paling menantang dari analis sistem adalah untuk menentukan persyaratan informasi spesifik yang harus dipenuhi oleh solusi sistem yang dipilih. Pada tingkat yang paling dasar, kebutuhan informasi dari suatu sistem baru melibatkan mengidentifikasi yang membutuhkan informasi apa, di mana, kapan, dan bagaimana. Analisis kebutuhan hati-hati mendefinisikan tujuan baru atau diubah sistem dan mengembangkan penjelasan rinci tentang fungsi bahwa sistem baru harus melakukan. Analisis kebutuhan rusak adalah penyebab utama sistem kegagalan dan pengembangan sistem tinggi biaya.

 

SISTEM DESAIN

Analisis sistem menggambarkan sistem apa yang harus Anda lakukan untuk memenuhi persyaratan informasi, dan desain sistem menunjukkan bagaimana sistem akan memenuhi tujuan ini. Desain sistem informasi adalah rencana keseluruhan atau model untuk sistem itu. Seperti cetak biru dari sebuah bangunan atau rumah, itu terdiri dari semua spesifikasi yang memberikan sistem bentuk dan struktur.

 

Peran Pengguna Akhir

Kebutuhan informasi pengguna mengarahkan seluruh upaya sistem-bangunan. Pengguna harus memiliki kontrol yang cukup atas proses desain untuk memastikan bahwa sistem mencerminkan prioritas bisnis mereka dan kebutuhan informasi, bukan bias dari staf teknis. Bekerja pada desain meningkatkan pemahaman pengguna dan penerimaan dari sistem.

 

MENYELESAIKAN SISTEM PEMBANGUNAN PROSES

Langkah-langkah yang tersisa dalam proses pengembangan sistem menerjemahkan solusi spesifikasi yang telah ditetapkan selama analisis sistem dan desain menjadi sepenuhnya sistem informasi operasional. Langkah-langkah menyimpulkan terdiri dari pemrograman, pengujian, konversi, produksi, dan pemeliharaan.

Pemrograman

Selama tahap pemrograman, spesifikasi sistem yang disiapkan selama tahap desain diterjemahkan ke dalam kode program perangkat lunak. Saat ini, banyak organisasi tidak lagi melakukan pemrograman mereka sendiri untuk sistem baru. Sebagai gantinya, mereka membeli perangkat lunak yang memenuhi persyaratan untuk sistem baru dari sumber eksternal seperti paket perangkat lunak dari vendor software komersial, layanan perangkat lunak dari sebuah penyedia layanan aplikasi, atau outsourcing perusahaan yang mengembangkan aplikasi kustom perangkat lunak untuk klien mereka.
Pengujian 

Empat strategi konversi utama dapat digunakan:

  • Strategi paralel, baik sistem lama dan penggantian potensi yang berjalan bersama-sama untuk waktu sampai semua orang yakin bahwa baru satu fungsi benar.
  • Strategi cutover langsungmenggantikan sistem yang lama dengan yang baru sama sekali Sistem pada hari ditunjuk.
  • Strategi studi percontohanmemperkenalkan sistem baru hanya area terbatas organisasi, seperti departemen tunggal atau unit operasi.
  • Strategi pendekatan bertahapmemperkenalkan sistem baru secara bertahap, baik oleh fungsi atau unit organisasi.

 

 Produksi dan Pemeliharaan

Setelah sistem baru dipasang dan konversi selesai, sistem ini dikatakan dalam produksi. Selama tahap ini, sistem akan ditinjau oleh pengguna dan spesialis teknis untuk menentukan seberapa baik telah bertemu nya tujuan asli dan memutuskan apakah setiap revisi atau modifikasi dalam urutan. Dalam beberapa kasus, sebuah posting resmi dokumen pemeriksaan pelaksanaan disiapkan. Setelah sistem telah fine-tuned, itu harus dipertahankan sementara itu di produksi untuk memperbaiki kesalahan, memenuhi persyaratan, atau meningkatkan efisiensi pengolahan.

 

PEMODELAN DAN PERANCANGAN SISTEM: TERSTRUKTUR DAN METODOLOGI BERORIENTASI OBJEK

Ada metodologi alternatif untuk pemodelan dan merancang sistem. Metodologi terstruktur dan pengembangan berorientasi objek yang paling menonjol.
Metodologi terstruktur

Metodologi terstruktur telah digunakan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan desain sistem informasi sejak 1970-an. Terstruktur mengacu pada fakta bahwa teknik adalah langkah demi langkah, dengan masing-masing bangunan langkah pada satu sebelumnya. Metodologi terstruktur adalah top-down, maju dari yang tertinggi, tingkat yang paling abstrak ke level terendah detail-dari umum ke spesifik.

Pengembangan Berorientasi Objek

Metode terstruktur yang berguna untuk proses modeling, tetapi tidak menangani pemodelan data dengan baik. Mereka juga memperlakukan data dan proses sebagai logis memisahkan entitas, sedangkan di dunia nyata pemisahan tersebut tampaknya tidak wajar. Berbeda pemodelan konvensi yang digunakan untuk analisis (data flow diagram) dan untuk desain (grafik struktur). 

Computer-Aided Software Engineering

Teknik komputer-dibantu perangkat lunak (CASE) – kadang-kadang disebut sistem dibantu komputer rekayasa-menyediakan perangkat lunak untuk mengotomatisasi metodologi yang telah kami jelaskan untuk mengurangi jumlah pekerjaan berulang-ulang pengembang perlu dilakukan. CASE tools juga memfasilitasi penciptaan jelas dokumentasi dan koordinasi upaya pengembangan tim. Tim anggota dapat berbagi pekerjaan mereka dengan mudah dengan mengakses file masing-masing untuk meninjau atau memodifikasi apa yang telah dilakukan. Manfaat produktivitas sederhana juga dapat dicapai jika alat-alat yang digunakan dengan benar.

 

13.3  ALTERNATIFSISTEM-BANGUNAN PENDEKATAN

Sistem berbeda dalam hal ukuran dan kompleksitas teknologi dan dalam hal masalah organisasi mereka dimaksudkan untuk memecahkan. Sejumlah systems building pendekatan telah dikembangkan untuk menangani perbedaan-perbedaan ini. Bagian ini menjelaskan metode alternatif: kehidupan sistem tradisional siklus, prototyping, paket perangkat lunak aplikasi, pengembangan pengguna akhir, dan
outsourcing.

SISTEM TRADISIONAL SIKLUS HIDUP

Siklus hidup sistem adalah metode tertua untuk membangun sistem informasi. Metodologi siklus hidup adalah pendekatan bertahap untuk membangun sebuah sistem, membagi pengembangan sistem dalam tahap formal. Spesialis pengembangan sistem memiliki pendapat yang berbeda tentang cara partisi tahap sistem-bangunan, tetapi mereka kira-kira sesuai dengan tahap-tahap perkembangan sistem yang kita miliki hanya dijelaskan.

 

PROTOTYPING

Prototyping terdiri dari membangun sistem eksperimental dengan cepat dan murah bagi pengguna akhir untuk mengevaluasi. Dengan berinteraksi dengan prototipe, pengguna bisa mendapatkan ide yang lebih baik dari kebutuhan informasi mereka. Prototipe didukung oleh pengguna dapat digunakan sebagai template untuk membuat sistem final.

Langkah-langkah dalam Prototyping

Empat-langkah dari proses prototyping, yang terdiri hal berikut:

Langkah 1: Mengidentifikasi persyaratan dasar pengguna. Perancang sistem (biasanya sistem informasi spesialis) bekerja dengan pengguna cukup hanya lama untuk menangkap kebutuhan dasar pengguna informasi.

Langkah 2: Mengembangkan prototipe awal. Sistem desainer menciptakan sebuah kerja prototipe cepat, menggunakan alat untuk menghasilkan perangkat lunak dengan cepat.

Langkah 3: Gunakan prototipe. Pengguna disarankan untuk bekerja dengan sistem untuk menentukan seberapa baik prototipe memenuhi kebutuhan nya dan membuat saran untuk meningkatkan prototipe.

Langkah 4: Merevisi dan meningkatkan prototipe. Sistem pembangun mencatat semua perubahan permintaan pengguna dan memurnikan prototipe yang sesuai. Setelah prototipe telah direvisi, siklus kembali ke Langkah 3. Langkah 3 dan 4 diulang sampai pengguna puas.

 

Keuntungan dan Kerugian dari Prototyping

Prototyping yang paling berguna ketika ada beberapa ketidakpastian tentang persyaratan atau solusi desain dan sering digunakan untuk merancang suatu sistem informasi yang end-user interface (bagian dari sistem dengan mana pengguna akhir berinteraksi, seperti sebagai tampilan online dan layar entri data, laporan, atau halaman Web). Karena prototyping mendorong keterlibatan pengguna akhir intens di seluruh siklus hidup pengembangan sistem, itu lebih mungkin untuk menghasilkan sistem yang memenuhi pengguna persyaratan.

 

PENGGUNA AKHIR PENGEMBANGAN

Beberapa jenis sistem informasi dapat dikembangkan oleh pengguna akhir dengan sedikit atau tidak ada bantuan resmi dari spesialis teknis. Fenomena ini disebut pengembangan pengguna akhir. Serangkaian perangkat lunak dikategorikan sebagai generasi keempat bahasa membuat ini mungkin. Bahasa generasi keempat adalah perangkat lunak yang memungkinkan pengguna akhir untuk membuat laporan atau mengembangkan perangkat lunak aplikasi dengan bantuan teknis minimal atau tidak ada. Beberapa dari generasi keempat alat juga meningkatkan produktivitas programmer profesional.

 

PAKET APLIKASI SOFTWARE DAN OUTSOURCING

Materi ini menunjukkan bahwa banyak perangkat lunak saat ini tidak dikembangkan di rumah tapi dibeli dari sumber eksternal. Perusahaan dapat menyewa perangkat lunak dari perangkat lunak penyedia layanan, mereka dapat membeli paket perangkat lunak dari sebuah iklan penjual, atau mereka dapat memiliki aplikasi kustom yang dikembangkan oleh outsourcing luar perusahaan.
Paket aplikasi Software

Selama beberapa dekade terakhir, banyak sistem telah dibangun pada aplikasi paket perangkat lunak dasar. Banyak aplikasi yang umum untuk semua organisasi-untuk bisnis misalnya, gaji, piutang, umum
buku, atau pengendalian persediaan. Untuk fungsi universal dengan standar proses yang tidak berubah banyak dari waktu ke waktu, sistem umum akan memenuhi persyaratan banyak organisasi.

Outsourcing

Jika suatu perusahaan tidak ingin menggunakan sumber daya internal untuk membangun atau mengoperasikan informasi sistem, dapat outsourcing pekerjaan untuk sebuah organisasi eksternal yang mengkhususkan diri dalam menyediakan layanan ini. Komputasi dan SaaS awan penyedia, yang kita dijelaskan dalam Bab 5, adalah salah satu bentuk outsourcing. Berlangganan perusahaan akan menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras komputer yang disediakan oleh layanan sebagai platform teknis untuk sistem mereka. Dalam bentuk lain dari outsourcing, perusahaan bisa menyewa vendor eksternal untuk merancang dan menciptakan perangkat lunak untuk sistem, tetapi perusahaan yang akan mengoperasikan sistem sendiri komputer. Vendor Outsourcing mungkin domestik atau di negara lain.

 

13.4  PENGEMBANGAN APLIKASI UNTUK DIGITAL PERUSAHAAN

Dalam lingkungan perusahaan digital, organisasi harus mampu untuk menambah, mengubah, dan pensiun kemampuan teknologi mereka sangat cepat untuk menanggapi peluang baru. Perusahaan mulai menggunakan, pengembangan lebih informal lebih pendek proses yang memberikan solusi yang cepat. Selain menggunakan paket perangkat lunak dan penyedia layanan eksternal, bisnis mengandalkan lebih banyak pada teknik cepat-siklus seperti pengembangan aplikasi yang cepat, aplikasi bersama desain, pengembangan tangkas, dan dapat digunakan kembali komponen perangkat lunak standar yang dapat dirakit menjadi satu set lengkap layanan untuk e-commerce dan eBusiness.

 

PENGEMBANGAN APLIKASI RAPID (RAD)

Perangkat lunak berorientasi objek, perangkat lunak dapat digunakan kembali, prototyping, dan generasi keempat alat bahasa membantu sistem pembangun menciptakan sistem kerja jauh lebih cepat dari yang mereka bisa menggunakan metode sistem-bangunan tradisional dan perangkat lunak. Pengembangan aplikasi cepat jangka (RAD) digunakan untuk menggambarkan proses ini menciptakan sistem yang bisa diterapkan dalam waktu yang sangat singkat waktu. RAD dapat mencakup penggunaan pemrograman visual dan alat-alat lainnya untuk membangun antarmuka pengguna grafis, prototyping berulang dari sistem kunci elemen, otomatisasi kode program generasi, dan kerja sama tim dekat antara pengguna akhir dan spesialis sistem informasi.

 

KOMPONEN BERBASIS PEMBANGUNAN DAN WEB LAYANAN

Untuk lebih mempercepat penciptaan perangkat lunak, kelompok objek telah berkumpul untuk menyediakan komponen perangkat lunak untuk fungsi umum seperti antarmuka pengguna grafis atau online pemesanan kemampuan yang dapat dikombinasikan untuk membuat aplikasi bisnis skala besar. Ini pendekatan pengembangan perangkat lunak disebut pengembangan berbasis komponen, dan memungkinkan sistem yang akan dibangun oleh perakitan dan mengintegrasikan ada komponen perangkat lunak. Semakin, komponen perangkat lunak ini datang dari layanan cloud. Layanan web dan Service-Oriented Computing

Bab ini memperkenalkan layanan Web sebagai longgar digabungkan, komponen perangkat lunak dapat digunakan kembali disampaikan menggunakan Extensible Markup Language (XML) dan protokol terbuka lainnya dan standar yang memungkinkan satu aplikasi berkomunikasi dengan lainnya tanpa pemrograman kustom diperlukan untuk berbagi data dan layanan. Selain mendukung integrasi internal dan eksternal dari sistem, Web layanan dapat digunakan sebagai alat untuk membangun aplikasi sistem informasi baru atau meningkatkan sistem yang ada. Karena layanan perangkat lunak ini menggunakan universal menetapkan standar, mereka berjanji untuk menjadi lebih murah dan lebih mudah untuk menenun bersama-sama dari komponen proprietary.

 Dirangkum dari :

Kenneth C. Laudon & Jane P. Laudon. 2012. Management Information System (managing the digital firm) Twelfth Edition, Global Edition. Pearson Education Limited. England

Write a comment